|
Pendidikan Karakter untuk Kesuksesan Akademis
Written by Maria Magdalena
S
uatu hari seorang ibu sebelah rumah yang mengetahui bahwa Pandu homeschooling, bertanya, “Kalau Pandu homeschooling, 'kan tidak punya nilai raport? Kalau SMP nanti bagaimana?”
Seperti masyarakat pada umumnya yang belum mengerti tentang homeschooling, dalam pikiran ibu ini, homeschooling itu hanya sebatas TK dan paling lama SD. SMP ke atas sudah tidak mungkin homeschooling.
Lalu saya jawab, “Saya membuat catatan mengenai apa saja yang telah dipelajarinya dan apa yang telah dicapainya.” Ibu itu sepertinya penasaran, dia bertanya, “Boleh saya melihat catatannya?” Saya pun menunjukkan catatan yang telah saya buat selama ini. Ibu itu terkejut, “Ini sih bukan raport, ini buku harian.”
Sambil memberi sedikit penjelasan, saya katakan padanya, bahwa memang demikianlah catatan homeschooling keluarga kami. Dengan catatan seperti ini evaluasi homeschooling bisa lebih menyeluruh.
Dari istilahnya, “sekolahrumah” jika dibandingkan dengan “sekolah internasional” atau “sekolah internasional plus”, sekolahrumah mungkin dipersepsikan sebagai sebuah institusi pendidikan yang menyempit ke dalam, bukan meluas ke luar. Bandingkan istilah “rumah” dan “internasional”.
Tapi dalam prosesnya, sesungguhnya sekolahrumah tidak hanya menyuguhkan pengetahuan yang sempit terbatas di dalam “kandang” kurikulum. Tapi penyelenggaraan sekolahrumah meluas hingga mencakup segala aspek pendidikan yang dibutuhkan seseorang untuk bekal hidup, education for life.
Dengan kerangka pendidikan yang seperti ini, sekolah rumah menyejajarkan pendidikan akademis dan pendidikan karakter. Sepandai apapun seseorang secara akademis, tapi jika karakter yang dimiliki tidak mendukung pengembangan dirinya, maka akan sulit baginya untuk terjun baik ke dalam dunia pekerjaan maupun dalam bermasyarakat.
Pendekatan homeschooling yang lebih menekankan pada pencarian bekal untuk menjalani kehidupan memerlukan kriteria karakter yang diharapkan untuk dicapai seorang anak. Beberapa kriteria ini bisa membantu sebagai parameter keberhasilan pembentukan karakter secara keseluruhan:
1. Individu memiliki identitas diri yang positif.
2. Memiliki tujuan yang terarah
3. Memiliki pandangan yang positif tentang hidup
4. Memiliki inisiatif
5. Bertanggung jawab
6. Antusias
7. Kreatif
8. Bisa berpikir jernih
Pada dasarnya, terbentuknya kriteria di atas tidak perlu menunggu hingga seorang anak menjadi dewasa. Proses pembentukan memang terjadi sejak anak dilahirkan dan menjadi matang ketika anak mencapai usia dewasa. Tapi hasil dari proses tidak perlu menunggu hingga anak menjadi dewasa secara usia. Setiap hari selalu ada perilaku yang bisa menggambarkan keberhasilan maupun kegagalan pencapaian salah satu kriteria tersebut, sehingga memang diperlukan pencatatan harian dalam proses homeschooling.
Secara akademis, sangat jarang ditemukan anak homeschooling dengan nilai akademis yang buruk, kecuali dalam kondisi kekurangan tertentu. Tapi dalam prakteknya, tidak jarang anak homeschooling gagal dalam dunia kerja dan bermasyarakat karena kurangnya pembentukan karakter. Padahal seharusnya dengan intensitas belajar yang “selama anak tidak tidur”, homeschooling sangat efektif dan efisien sebagai “pembelajaran menyeluruh”.
|